Medan – Proses pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Dinas Perhubungan Kota Medan yang disebut bernilai ratusan miliar rupiah menjadi perhatian sejumlah kontraktor. Di tengah tahapan pengadaan yang masih berlangsung, beredar informasi mengenai adanya persaingan empat kelompok dalam memperebutkan proyek tersebut.
Seorang kontraktor yang memperkenalkan diri sebagai Agus mengungkapkan, di balik persaingan empat kelompok itu terdapat sosok yang disebut-sebut menjadi pemodal sekaligus pemasok utama kebutuhan LPJU. Menurut Agus, sosok tersebut bernama Desmon.
“Siapa pun nantinya yang ditetapkan sebagai pemenang, tetap akan mengambil barang dari Desmon. Informasinya, dia memiliki akses langsung ke pabrikan di Tangerang,” kata Agus saat ditemui di kawasan Jalan Garuda, Medan, Jumat(24/07/2026).
Agus mengklaim empat kelompok yang tengah bersaing memperebutkan proyek tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah kelompok berpengaruh di Kota Medan. Menurut dia, kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membuat penetapan pemenang belum dilakukan hingga akhir Juli 2026.
Ia juga menyampaikan dugaan bahwa Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, berada dalam posisi yang tidak mudah untuk menetapkan pemenang proyek karena adanya tarik-menarik kepentingan. Menurut Agus, siapa pun kontraktor yang nantinya memenangkan tender tetap akan memperoleh pasokan barang dari pihak yang sama.
“Siapa pun yang menang, tetap ke Desmon untuk modal dan pengadaan barangnya. Itu yang berkembang di kalangan kontraktor,” ujarnya.
Atas informasi yang berkembang tersebut, Agus meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengawasan terhadap proses pengadaan LPJU Kota Medan agar seluruh tahapan berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami berharap KPK ikut memonitor proses pengadaan ini. Kalau nanti pemenangnya sudah ditetapkan, aliran pengadaan dan distribusi barang bisa ditelusuri secara transparan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, belum memberikan tanggapan atas informasi yang beredar.
Wartawan telah berupaya menghubungi Irsan Idris Nasution melalui sambungan telepon dan aplikasi pesan singkat Sabtu(27/07/2026) untuk meminta konfirmasi, termasuk mengenai isu yang menyebut adanya persaingan empat kelompok kontraktor serta munculnya nama Desmon sebagai sosok yang disebut-sebut menjadi pemodal dan pemasok utama dalam proyek tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun klarifikasi.
Redaksi membuka ruang hak jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Desmon, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
LPJU Medan Ratusan Miliar Memanas, Kadishub Belum Merespons

















