FKM USU Edukasi Warga Kelurahan Setia Binjai Hadapi Risiko Banjir Lewat Program MATAPENA

  • Bagikan
banner 468x60

Medan – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program MATAPENA (Masyarakat Tanggap Peduli Bencana) di Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Inisiasi Program MATAPENA dalam Meningkatkan Kapasitas Adaptif dan Resiliensi Masyarakat terhadap Risiko Bencana Banjir”.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengabdian FKM USU dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan pengelolaan risiko bencana, khususnya bencana banjir yang dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Program pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si., dengan anggota Fadilah Aini, S.K.M., M.Kes., Dr. Sri Novita Lubis, S.K.M., M.Kes., dan Dhani Syahputra Bukit, S.K.M., M.K.M. Kegiatan juga melibatkan sejumlah mahasiswa FKM USU yang turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Sosialisasi diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri atas masyarakat setempat, Lurah, serta pegawai Kantor Kelurahan Setia Binjai. Keterlibatan unsur masyarakat dan pemerintahan kelurahan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana di tingkat lokal.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si. dengan topik mitigasi bencana banjir. Dalam pemaparannya, masyarakat diperkenalkan pada konsep dasar kebencanaan, mulai dari pengertian bencana, jenis-jenis bencana, hingga siklus manajemen bencana.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai risiko bencana dan upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan peran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.

Melalui materi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mencakup berbagai upaya sebelum, saat, dan setelah bencana sebagai bagian dari siklus manajemen bencana.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Sri Novita Lubis, S.K.M., M.Kes. dengan topik penyakit yang berisiko muncul pascabanjir. Materi ini mengaitkan kondisi pascabanjir dengan berbagai risiko kesehatan yang dapat dihadapi masyarakat.

Dalam sesi tersebut dijelaskan mengenai beberapa penyakit yang dapat muncul atau meningkat risikonya setelah banjir, termasuk penyebab, gejala utama, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahannya. Peserta juga memperoleh informasi mengenai tindakan pencegahan secara umum yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan selama dan setelah kondisi banjir.

Penyampaian materi kesehatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penanganan dampak banjir juga perlu memperhatikan aspek kesehatan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setelah banjir.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Ibu Meilani selaku perwakilan dari P2AKP. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta kondisi yang berkaitan dengan bencana banjir dan dampaknya di lingkungan masyarakat.

Diskusi menjadi ruang bagi masyarakat untuk menghubungkan materi yang telah disampaikan dengan kondisi yang mereka hadapi di lingkungan Kelurahan Setia. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong adanya komunikasi antara masyarakat, pihak kelurahan, dan tim pengabdian dalam memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko banjir.

Melalui pelaksanaan program MATAPENA, FKM USU berupaya memberikan edukasi yang tidak hanya berfokus pada pemahaman mengenai bencana, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana banjir.

Kegiatan pengabdian di Kelurahan Setia ini menjadi salah satu rangkaian awal dari pelaksanaan program MATAPENA yang diharapkan dapat mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih siap dalam menghadapi risiko bencana serta mampu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi dampaknya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *