Kandasnya Kenduri Proyek Ratusan Miliar di Meja Bang Bobby

  • Bagikan
banner 468x60

Medan | Kenduri proyek ratusan miliar di Pemprov Sumut menjadi drama yang indah. Alur ceritanya asik. Penutup ceritanya juga asik. Bukan anti klimaks.

Bukan yang awal peristiwanya menarik, tegang, lalu tempo tiba-tiba turun.Yang kebiasaannya memancing teriakan penonton yang mojok di belakang bangku bioskop.

“Rugi woiii. Rugi beli tiketnya.” Atau teriakan ala warung kopi. “Salah pilih gubernur woi.”Tapi drama kenduri proyek ratusan miliar ini, membuat masyarakat Sumut terkagum-kagum pada sosok Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Bahagia sekali.Ini pejabat langka. Barang langka ini. Ada sosok pemimpin yang terang-terangan membuka dosa bawahannya yang berniat jahat memainkan proyek di belakang meja. Di sebar luaskan lagi.

Viral di ruang publik.Kejadian ini sekaligus memberi catatan khusus pada masyarakat Sumut dan bangsa ini di mana perilaku pejabat publik harus konsisten di jalan kebenaran.

Tidak mudah sein ke kiri dan kanan. Atau belok secara tiba-tiba tiap kali godaan proyek datang.Mari merenung sejenak di jalan kelam penindakan korupsi.

Di sepanjang tahun 2025-2026 awal saja sebanyak 11 kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK). Tapi Bobby justru berdiri sebagai pemberi harapan. Tidak hanya untuk Sumut. Tapi bangsa ini.

Kita butuh pemimpin yang jujur dan berani.Bayangkan, uang sebesar Rp484 miliar, nyaris setengah triliun sudah dikemas menarik. Dipoles untuk proyek pengembangan Tower B sektor Rumah Sakit (Ras) Haji Medan. Postur anggaran sudah dibuat seanggun mungkin.

Dijahit rapi pemborong, OPD dan konsultan. Tiba-tiba boom. Porak-poranda.“Ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya. Rupanya angkanya kayak gini Rp484 miliar.

Saya tidak pernah dikasih tunjuk lho Bu,” ucap Bobby. Raut wajahnya tenang.Jauh dari kesan berapi-api. Malah terdengar sopan. Tapi menusuk tajam.

Wajah-wajah jajaran OPD yang hadir terpaksa menunduk. Menatap lantai yang sebenar tidak ada apa-apa di situ. Kecuali pikiran yang ramai berkecamuk.Kenduri proyek ini ibarat gadis berparas menawan. Tubuh ideal. Tinggi semampai yang siap berjalan di catwalk mengikuti kontes kecantikan. Naas terpeleset di tengah jalan.

“Saya nggak mau tanda tangan kalau prosesnya nggak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal,” tegasnya.

Dan ini bagian menarik dari pernyataan gubernur termuda di Indonesia itu. Ia mengatakan, tak mau kompromi kalau program pembangunan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Sekali lagi memberi manfaat pada masyarakat.

“Gedungnya nggak pernah dipaparkan, nggak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Batalkan aja.”Kalimat batalkan saja adalah penutup kalimat paling asik dari kenduri permainan proyek ratusan miliar ini. Mainmu cantik sekali Bung Bobby. Rakyat angkat topi. Hormat diberi.

Tulisan ini telah dimuat di Kompasiana edisi Rabu 27 Mei 2026.(AA)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *