Ade Parlaungan Nasution Terima Mandat Presidium MW KAHMI Sumut 2026-2031

  • Bagikan
banner 468x60

SUMUTKINI.ID-Rektor Universitas Labuhanbatu (ULB), Ade Parlaungan Nasution, Ph.D., menerima mandat sebagai salah satu Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031.

Dalam keterangan tertulisnya dengan tema “Penerimaan Mandat dan Komitmen Kepemimpinan” yang diterima wartawan, Selasa (19/5/2025), Ade Parlaungan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan sidang, presidium terpilih, peserta dan panitia Musyawarah Wilayah VII KAHMI Sumatera Utara.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendahulu, senior, dan tokoh yang telah mempercayakan satu mandat kepemimpinan MW KAHMI Sumut kepadanya.

“Saya juga menyampaikan penghargaan kepada saudara Sugiat Santoso, rekan sejawat yang telah melalui proses pemilihan dan dipercaya sebagai salah satu presidium terpilih. Pengunduran diri yang dilakukan beliau merupakan keputusan pribadi dan profesional, dan KAHMI sebagai organisasi menghormati proses tersebut dengan tetap menjaga keutuhan, kedewasaan berorganisasi, serta tata cara yang telah disepakati,” tulis Ade.

Ade menambahkan, sebagai peraih suara terbanyak berikutnya, ia menerima penugasan sebagai salah satu Presidium MW KAHMI Sumatera Utara periode 2026–2031 dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Saya tidak melihat ini sebagai kemenangan pribadi, tetapi sebagai amanah kolektif yang harus diemban dengan jujur, terbuka, dan selalu berpijak pada kepentingan kebersamaan KAHMI dan masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Ade menegaskan tiga poin utama kepemimpinannya sebagai salah satu presidium MW KAHMI Sumut. Pertama : kesinambungan dan stabilitas organisasi. yakni memastikan
agenda Muswil VII akan tetap berjalan, kaderisasi, penelitian dan pengabdian masyarakat tidak akan terputus.

“Kepemimpinan akan fokus menjaga kekompakan presidium terpilih, menjaga komunikasi intensif dengan seluruh pengurus MW KAHMI, serta menuntaskan amanat Muswil dengan transparan” jelasnya.

Yang kedua, poin dari Ade Parlaungan yakni kolaborasi dan keterbukaan. Dimana, KAHMI tidak berdiri sendiri dan akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan dan seluruh elemen bangsa yang ingin bersama‑sama membangun Sumatera Utara yang lebih adil, berkelanjutan dan berakhlak mulia.

“Kami juga membuka ruang dialog dengan pers, akademisi, dan pegiat sosial untuk saling mengkritisi dan menguatkan,” paparnya.

Poin ketiga, Ade menekankan prinsip kontrol dan akuntabilitas. Yaitu berusaha menjaga sikap rendah hati, dekat dengan kader serta transparan dalam pengelolaan sumber daya organisasi.

“Kami membuka diri untuk dikontrol dan dikritik. Karena bagi KAHMI, kritik yang konstruktif adalah bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan,” bilangnya.

Menutup keterangannya, Ade mengajak untuk menjaga semangat kebersamaan, kejujuran, dan keikhlasan.

“Kita semua bukanlah pemilik KAHMI, tetapi amanah yang sedang meminjam nama dan kepercayaan organisasi untuk mengabdi,”tandasnya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *