Medan – Keberadaan Arya Sinulingga menahkodai Plt Ketua PSSI Sumut terus disorot. Tokoh sepakbola pun buka suara dan mendesak pencopotan Arya yang juga Exco PSSI tersebut.
Sebagaimana diketahui, Ketum PSSI Erick Thohir telah memutuskan dan menunjuk Arya Sinulingga Sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Utara.
Penunjukan Arya Sinulingga tersebut termaktub dalam Surat Keputusan PSSI dengan nomor 20/SKEP/II/-2024 tertanggal 20 Pebruari 2024 (Kamis, 29/02/2024).
Dalam putusan SK itu, Arya Sinulingga sebagai Plt Asprov PSSI Sumut diberi kewenangan untuk menjalanakan roda organisasi Asosiasi Provinsi Sumatera Utara dan mempersiapkan serta menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Utara dalam jangka 6 (enam) bulan setelah surat keputusan ini ditetapkan.
Namun, sampai sekarang amanah yang disampaikan kepada Arya Sinulingga tidak terlaksana. Sehingga keberadaan PSSI Sumut masih dinakhodai pelaksana tugas.
“Ini sudah menyalahi amanah. Seharusnya enam bulan setelah SK dikeluarkan PSSI Sumut sudah mempunyai kepengurusan yang definitif,” kata mantan CEO PSMS Idris SE, seperti dilansir jarrakpos, Rabu (26/8).
Klub Liga 4 Mengeluh Dibebani Biaya Kompetisi
Untuk itu, pinta Idris, PSSI pusat untuk mencopot atau mengganti Arya Sinulingga sebagai Pelaksana tugas karena sudah tidak mampu melaksanakan amanah yang diberikan kepada Exco PSSI pusat tersebut.
“Tugas pokok Plt itu menyiapkan kepengurusan baru yang defenitif. Ini sudah dua tahun PSSI Sumut belum punya ketua yang defenitif,” katanya.
Lagi pula jelas, Idris, selama dua tahun sebagai pelaksana tugas belum ada perubahan signifikan terhadap sepakbola Sumut.
Klub liga 4 Sumut tetap saja mengeluh setiap mengikuti kompetisi yang mana mereka dibebani biaya, padahal PSSI Sumut mendapat suntikan anggaran Rp500 juta pertahun dari PSSI pusat.
“Sampai sekarang klub tidak tahu pertanggungjawaban bantuan PSSI pusat itu. Tidak ada laporan dari kegunaan dana Rp500 juta tersebut. Ini kan tidak fair,” katanya.
“Klub sudah mengeluarkan biaya untuk pembinaan, harus lagi dipungut biaya lain oleh PSSI Sumut untuk berkompetisi,” sebutnya.
Singgung Kualitas Wasit
Bukan cuma itu, Arya Sinulingga terlihat tidak mampu meningkatkan kualitas wasit. Ini dibuktikan tidak satupun wasit asal Sumut bertugas pada kompetisi liga 1.
Parahnya lagi pelaksana tugas PSSI Sumut tak mengetahui ada wasit asal Sumut pernah bertugas di liga 1 dan tahun 2024 menjalani skorsing oleh PSSI Kota Medan.
“Ini kan lucu, orang nomor satu di sepakbola Sumut tidak tahu yang dialami anggotanya,” ujarnya.
Idris pun berharap, Erick Thohir untuk merevisi plt Arya Sinulingga karena yang bersangkutan akan maju sebagai calon ketua pada kongres PSSI Sumut bulan Oktober atau November mendatang.
“Setahu saya tak boleh Plt menjadi calon ketua. Dengan begitu Arya Sinulingga harus memilih sebagai calon atau Plt,” tegasnya.
Jangan Salah Pilih
Untuk ke depannya, Idris mengimbau klub klub yang merupakan pemilik suara untuk tidak salah memilih ketua umum PSSI Sumut periode mendatang.
Karena selama ini ketua yang menahkodai PSSI terkesan kurang peduli dengan pembinaan sepak bola di daerah ini. Ini ditandai belum mampu nya sepakbola Sumut berprestasi seperti di arena PON.
Pemimpin ke depan harus mempunyai visi misi meningkatkan prestasi sepakbola Sumut di pentas nasional. Plus calonnya memiliki finansial yang bisa menggerakkan roda organisasi.
“Kita sudah 20 tahun tenggelam. Sepakbola Sumut kalah saing dengan daerah lain. Kedepan kita bisa mencari figur pemimpin yang mampu meningkatkan prestasi Sumut. Klub untuk tak tergiur dengan janji janji kosong tapi harus memilih calon yang berkualitas,” ujarnya.


















