Medan — Ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, kembali menjadi sorotan.
Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan Sumatera Utara (AMPK-SU) mendesak Polrestabes Medan bersama Polda Sumatera Utara mengusut tuntas penyebab ledakan, termasuk mendalami dugaan adanya sabotase dan persaingan bisnis di balik peristiwa yang menewaskan tiga orang tersebut.
AMPK-SU menilai penyelidikan tidak boleh berhenti pada dugaan kebocoran gas semata. Aparat penegak hukum diminta membuka seluruh kemungkinan, termasuk dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu apabila ditemukan indikasi tindak pidana berdasarkan alat bukti yang sah.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) sore itu menyebabkan sebuah rumah tiga lantai roboh, merusak bangunan di sekitarnya, serta menewaskan tiga korban, yakni Jesika, Ros, dan Sinta. Tiga orang lainnya juga mengalami luka-luka.
Meski operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan tim SAR telah resmi berakhir pada Selasa (21/7/2026) pukul 18.00 WIB, penyebab pasti ledakan masih menjadi tanda tanya. Hal itu diperkuat dengan adanya perbedaan temuan di lapangan. Tim Laboratorium Forensik disebut mendeteksi akumulasi gas metana (CH4), sementara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebelumnya menyatakan tidak menemukan kebocoran pada jaringan gas yang mereka kelola.
Ketua Umum AMPK-SU, Baktiar Sibarani, mengatakan proses penegakan hukum harus berjalan secara menyeluruh dan tidak berhenti setelah proses evakuasi selesai.
“Evakuasi korban memang telah selesai, tetapi penegakan hukum baru saja dimulai. Kami melihat kejanggalan serius dan mencium indikasi kuat adanya persaingan bisnis tidak sehat di balik ledakan maut ini. Polrestabes Medan tidak boleh tunduk pada kekuatan modal. Usut tuntas siapa pun oknum pengusaha besar yang terlibat,” ujar Baktiar, Sabtu (25/7/2026).
AMPK-SU mendesak penyidik segera memeriksa pihak-pihak yang memiliki rekam jejak konflik usaha dengan korban apabila terdapat dasar hukum dan bukti yang mengarah ke sana. Organisasi tersebut juga meminta hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik disampaikan secara transparan kepada publik serta memastikan seluruh korban memperoleh keadilan.
AMPK-SU menegaskan akan terus mengawal perkembangan penyelidikan hingga penyebab ledakan terungkap secara terang dan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


















