10 Bulan Rusak, Jembatan Tambak Kulem Labura Tak Kunjung Dibangun

  • Bagikan
banner 468x60

LABUHANBATU UTARA — Kerusakan Jembatan Tambak Kulem yang menjadi penghubung antara Desa Aek Kuo dan Desa Marbau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), hingga kini belum mendapat kepastian pembangunan. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama sekitar 10 bulan.

Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sejumlah pemuda Desa Marbau Selatan menyoroti kondisi jembatan serta akses alternatif yang selama ini digunakan masyarakat. Warga terpaksa memanfaatkan jembatan sementara yang dibuat menggunakan batang kelapa untuk tetap bisa melintas.

Namun, kondisi jembatan alternatif tersebut kini dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama ketika dilalui kendaraan roda empat maupun kendaraan bermuatan berat.

Tokoh pemuda Desa Marbau Selatan, Fahrizal Budi, mengatakan keberadaan Jembatan Tambak Kulem sangat penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung perekonomian di tiga desa yang menggunakan akses tersebut.

“Melihat kondisi saat ini, jembatan batang kelapa yang dibuat sebagai jembatan sementara tidak mampu lagi menopang beban kendaraan mobil maupun truk yang melewati desa kami,” ujar Fahrizal.

Menurutnya, Jembatan Tambak Kulem memiliki peran strategis karena menjadi akses penghubung bagi masyarakat Desa Marbau Selatan, Desa Babussalam, dan Desa Perkebunan Marbau Selatan.

“Jembatan Tambak Kulem sangat penting untuk membangun perekonomian di tiga desa yang melewatinya,” katanya.

Fahrizal juga mempertanyakan kepastian pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut informasi yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara sejauh ini masih sebatas perencanaan, sementara belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan pembangunan.

Menurut Fahrizal, kondisi tersebut membuat masyarakat terus menunggu kepastian kapan Jembatan Tambak Kulem dapat dibangun dan kembali digunakan secara layak.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan kepada masyarakat, termasuk mengenai rencana, anggaran, serta jadwal pembangunan jembatan.

“Jangan sampai masyarakat hanya diberikan janji tanpa kepastian. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret karena akses ini menyangkut keselamatan warga dan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara mengenai kepastian jadwal pembangunan Jembatan Tambak Kulem.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *