Wendi Cagur Curhat Keresahan Pembatasan Konten Karhutla, Masa Bersuara Tidak Boleh?

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta – Komedian sekaligus presenter Wendi Cagur menyoroti pembatasan akses terhadap sejumlah konten yang dibagikannya di Instagram, setelah dirinya menyuarakan keresahan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui unggahan Instagram Story di akun @wendicagur, Wendi mengaku baru menyadari bahwa akses orang lain untuk melihat konten yang dibagikannya, termasuk unggahan ulang atau repost, ternyata sangat terbatas.

Wendi mengungkapkan, kondisi tersebut membuatnya bingung. Ia merasa hanya menyampaikan keresahan pribadi sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap kondisi karhutla yang menjadi perhatiannya.

“Padahal kan gue cuma menyampaikan apa yang menjadi keresahan gue. Cuma bersuara kecil tentang kondisi yang jadi concern gue. Masa bersuara tentang karhutla gak boleh,” tulis Wendi dalam unggahannya.

Ia juga mempertanyakan mengapa konten yang membahas persoalan lingkungan tersebut seolah menghadapi pembatasan, sementara konten dan komentar lain yang dinilainya berisi judul sensasional serta saling menyindir masih dapat beredar luas.

Meski demikian, unggahan tersebut belum menjelaskan secara terperinci bentuk pembatasan yang dialami Wendi, termasuk apakah hal itu berkaitan dengan pengaturan platform, jangkauan konten, atau faktor lainnya.

Wendi pun mengajak masyarakat, khususnya sesama pengguna media sosial, agar tidak berhenti menyuarakan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan bencana.

“Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini beneran selesai ditangani. Fighting!!!” tulisnya.

Unggahan tersebut menjadi bentuk keresahan Wendi terhadap situasi yang menurutnya perlu mendapat perhatian publik. Ia menegaskan pentingnya menjaga suara masyarakat agar persoalan karhutla tidak kehilangan perhatian sebelum penanganan bencana benar-benar tuntas.

Karhutla sendiri merupakan persoalan lingkungan yang dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan ekosistem hingga gangguan kesehatan akibat asap. Karena itu, keterbukaan informasi dan penyampaian aspirasi publik menjadi bagian penting dalam mendorong perhatian terhadap penanganan bencana.

Catatan: Belum ada keterangan lebih lanjut dalam unggahan tersebut mengenai penyebab pasti terbatasnya akses terhadap konten yang dimaksud Wendi.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *