MEDAN — Gelombang kekecewaan terhadap penegakan hukum di Sumatera Utara kembali membuncah. Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Lingkaran Aspirasi Masyarakat Sumut (LAM Sumut) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Polrestabes Medan. Namun, aksi penyerahan aspirasi rakyat tersebut justru disambut dengan tindakan represif dan intervensi fisik oleh oknum aparat kepolisian.
Aksi yang sejatinya bertujuan untuk menyampaikan evaluasi serta tuntutan tegas terkait transparansi dan keadilan hukum ini sempat diwarnai aksi dorong-dorongan. Aparat kepolisian secara sepihak menghadang dan mendesak massa aksi agar tidak mendekati area depan markas.
“Kami datang tidak untuk membuat keributan, kami datang dengan aksi damai membawa suara rakyat! Kenapa kami didorong? Kenapa ruang bicara kami diintervensi?” tegas sang orator dengan pengeras suara di hadapan barisan aparat.
Selain menyuarakan transparansi penegakan hukum secara umum, massa aksi juga menyoroti kasus dugaan aksi teror dan intimidasi yang terjadi di kediaman mantan Calon Wali Kota Sibolga. LAM Sumut menilai lambannya penanganan kasus teror ini menjadi bukti nyata tumpulnya penegakan hukum dan lemahnya jaminan keamanan bagi warga negara maupun tokoh publik di Sumatera Utara.
Massa aksi menilai tindakan penghadangan oleh aparat di lapangan merupakan bentuk pembungkaman kebebasan berpendapat yang dijamin oleh undang-undang. Di tengah kepungan barisan aparat, massa tetap bertahan sambil membentangkan spanduk tuntutan sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.
Lingkaran Aspirasi Masyarakat Sumut menyatakan sikap tegas:
-Menyesalkan sikap represif aparat Polrestabes Medan yang menghalangi aksi penyampaian pendapat secara damai di muka umum.
-Meminta Kapolda Sumatera Utara dan Kapolri untuk turun tangan mengevaluasi kinerja serta penanganan pengamanan di Polrestabes Medan.
-Menggalang solidaritas publik dengan memviralkan rekaman kejadian ini hingga ke tingkatan tertinggi markas kepolisian demi terwujudnya keadilan.
“Polisi seharusnya hadir bersama masyarakat, bukan justru menjadi benteng yang menolak aspirasi rakyat,” tutup perwakilan massa sebelum membubarkan diri secara tertib.
LAM Sumut Kecam Dugaan Sikap Represif Polisi Saat Aksi Damai di Polrestabes Medan

















