Harga Cabai Masih Tinggi, Warga Sejumlah Kabupaten di Sumut Mengeluh, TPID Sumut Diminta Jangan Hanya Fokus ke Medan

  • Bagikan
banner 468x60

ASAHAN — Tingginya harga cabai merah dan cabai rawit masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kenaikan harga komoditas yang menjadi kebutuhan dapur sehari-hari tersebut dinilai semakin membebani pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Keluhan tidak hanya datang dari warga Kota Medan, tetapi juga masyarakat di daerah kabupaten yang turut merasakan dampak tingginya harga cabai di pasaran. Kondisi ini membuat masyarakat harus mengatur ulang belanja harian agar kebutuhan pokok lainnya tetap terpenuhi.

Salah seorang warga Kabupaten Asahan, Rohima, mengeluhkan harga cabai yang masih tinggi dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga di tingkat pasar.

Menurut Rohima, cabai merupakan salah satu kebutuhan dapur yang hampir selalu digunakan masyarakat untuk memasak sehari-hari. Karena itu, tingginya harga cabai cukup terasa dalam pengeluaran rumah tangga.

“Kalau harga cabai masih mahal seperti ini, kami sebagai masyarakat kecil tentu merasa berat. Cabai memang kelihatannya kebutuhan sederhana, tetapi hampir setiap hari kami membelinya untuk memasak. Kalau harganya naik, pengeluaran dapur juga ikut bertambah,” ujar Rohima.

Ia berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara tidak hanya memusatkan perhatian pada perkembangan harga dan kondisi pasar di Kota Medan, tetapi juga turun langsung memantau harga kebutuhan pokok di berbagai kabupaten.

“Jangan hanya fokus di Medan saja. Kami yang tinggal di kabupaten juga merasakan dampak harga cabai yang tinggi. Kami berharap TPID Sumut turun langsung ke daerah, melihat kondisi pasar dan mendengar keluhan masyarakat,” tegasnya.

Rohima menilai, pemantauan harga secara merata di seluruh daerah penting dilakukan agar persoalan kenaikan harga bahan pangan dapat diketahui secara menyeluruh. Dengan begitu, langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah diharapkan tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga warga di kabupaten.

Ia juga berharap pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, dinas perdagangan, serta pihak terkait untuk memantau distribusi pasokan cabai, mengantisipasi hambatan distribusi, dan memastikan ketersediaan komoditas tersebut di pasar tradisional.

Masyarakat berharap upaya pengendalian inflasi di Sumatera Utara dilakukan secara merata dan berkelanjutan. Sebab, stabilitas harga bahan pangan merupakan persoalan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Bagi warga seperti Rohima, harapannya sederhana: harga cabai kembali terjangkau sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok lainnya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *