Festival Ulos & Fashion 2025, Komitmen Taput Jadi Sentra Ulos Nasional

  • Bagikan
banner 468x60

SUMUTKINI.ID,TARUTUNG-Suasana budaya dan semangat kreativitas lokal menyatu dalam Festival Ulos dan Fashion 2025, yang digelar meriah di depan Sopo Partukoan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (17/10). Kegiatan ini menjadi panggung perayaan wastra ulos sebagai identitas budaya Batak sekaligus potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan.

Acara resmi dibuka oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Neny Angelina br Purba, dan dihadiri jajaran Forkopimda, Rektor IAKN Tarutung Albiner Siagian, tokoh adat, penenun tradisional, pelaku UMKM, serta masyarakat umum yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius menegaskan bahwa festival ini adalah bukti nyata bahwa budaya lokal bisa menjadi motor penggerak ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Kita ingin Ulos naik kelas, tidak hanya sebagai simbol budaya, tapi sebagai produk yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Sorotan utama dalam festival ini adalah peragaan busana yang memukau, menampilkan kreasi berbahan ulos dengan desain modern dan elegan. Tak hanya itu, festival juga diramaikan oleh pameran tenun, kerajinan lokal, kuliner tradisional, hingga pertunjukan seni budaya Batak.

Ketua Panitia Festival, Sasma Situmorang, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Utara, menyampaikan bahwa acara ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang strategis.

“Festival Ulos dan Fashion Taput tidak hanya menampilkan keindahan wastra Ulos, tetapi juga menjadi wadah edukasi, inovasi, dan kebanggaan bersama. Kami ingin generasi muda menyadari bahwa Ulos bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang hidup dan bisa memberi nilai ekonomi bagi masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sasma menjelaskan bahwa penguatan posisi Tapanuli Utara sebagai daerah penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan festival ini. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Menambah perspektif ekonomi, Ketua Dewan Pertimbangan ASEPHI Sumatera Utara, RE Naninggolan, yang turut hadir, menyatakan bahwa Tapanuli Utara memiliki modal kuat untuk menjadi pusat ekspor dan produksi Ulos nasional.

“Potensi yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Utara sangat besar. Untuk itu, kualitas dan daya jual Ulos harus diangkat melalui standarisasi, kurasi desain, dan promosi berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, kita bisa menembus pasar global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya,” tegasnya.

Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Neny Angelina br Purba, juga menambahkan bahwa pelestarian Ulos harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan generasi muda. “Kami ingin Ulos menjadi sesuatu yang membanggakan untuk dikenakan, diproduksi, dan dipasarkan. Budaya kita adalah kekuatan ekonomi jika dikelola secara kreatif,” katanya.

Festival ini berhasil menarik perhatian luas dan diapresiasi oleh masyarakat, sebagai bentuk nyata bahwa warisan budaya bukan sekadar untuk dikenang, tetapi juga untuk dimajukan.

PENULIS: SOFYAN NAINGGOLAN

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *