Aktivis Perempuan Apresiasi Gubernur Bobby Bongkar ASN Terpapar Judol

  • Bagikan
Ketua KOHATI Badko HMI Sumut, Tutut Wijayanti. (ist)
banner 468x60

SUMUTKINI.ID,MEDAN-Terungkapnya ribuan ASN dan non ASN Pemprov Sumut yang terpapar judi online merupakan kebijakan berani Gubernur Bobby Nasution. Langkah Gubsu itu menegaskan bahwa Provinsi Sumut sebagai pilot project manajemen talenta ASN di Indonesia.

Berdasarkan informasi hingga Kamis (13/11/2025), sedikitnya 1.038 ASN dan non ASN di lingkungan Pemprov Sumut yang terpapar praktik judi online (judol).

“Oleh karenanya gubernur kembali menginstruksikan kami supaya dilakukan penelusuran serupa oleh PPATK terhadap seluruh rekening ASN dan pejabat kita. Hal ini dalam rangka perbaikan mental dan sumber daya manusia pada birokrasi Pemprov Sumut,” ujar Inspektur Pemprovsu, Sulaiman Harahap belum lama ini.

Menyikapi hal itu, Korps HMI Wati (KOHATI) Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Gubernur Bobby Nasution yang berani membongkar praktik judi online di internal Pemprov Sumut.

Ketua KOHATI Badko HMI Sumut, Tutut Wijayanti, menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk ketegasan moral dan keberanian politik yang patut dicontoh oleh para pemimpin daerah. Menurutnya, keputusan Gubernur Bobby menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi, integritas dan penegakan disiplin di internal lingkungan Pemprovsu.

“Perbaikan harus diawali dari kita. Dan gubernur sudah melakukannya. Ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang bersih dan beretika. Tak salah bila BKN memberi cap Sumut sebagai pilot project manejemen talenta ASN di Indonesia,” ujar Tutut Wijayanti dalam keterangan resminya, Rabu (12/11/2025).

Tutut menjelaskan, sikap tegas Gubernur Bobby juga memiliki makna penting dalam konteks pendidikan karakter dan moral generasi muda. Keberanian menegakkan nilai kebenaran, katanya, harus menjadi prinsip utama yang ditanamkan di tengah masyarakat, terutama bagi kalangan perempuan.

“Pemimpin sejati bukan hanya yang memimpin dengan jabatan, tetapi dengan keteladanan. Bagi perempuan, langkah ini menjadi inspirasi bahwa kekuatan moral dan integritas adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kepemimpinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tutut Wijayanti menyoroti pentingnya memperkuat pengawasan dan pembinaan ASN berbasis literasi digital dan etika kerja. Judi online, menurutnya, tidak hanya merusak moral individu, tetapi juga mencoreng citra birokrasi serta menurunkan kualitas pelayanan publik.

Dalam hal ini, KOHATI Sumut menegaskan komitmennya untuk turut berperan melalui pendidikan karakter, penyadaran etika digital dan kampanye integritas publik.

“Melalui ruang-ruang diskusi, advokasi, dan kaderisasi, KOHATI Sumut akan menjadi mitra kritis pemerintah dalam menegakkan nilai-nilai moral, kejujuran, dan profesionalitas di tengah era digital yang penuh godaan,” tutup Tutut Wijayanti.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *