sumutkini.id, Labuhanbatu – Setelah viral di pemberitaan dan media sosial dua video seorang pria yang belakangan diketahui berinisial R alias Kojek, sedang menghisap narkoba jenis sabu sambil menunjukkan sekantong besar diduga sabu-sabu, beredar informasi Kojek berupaya meredam pemberitaan tentang dirinya.
Informasi yang diterima media dari warga kecamatan Panai Hulu yang meminta identitasnya dirahasiakan untuk menjamin keselamatan diri, menyebut R alias Kojek telah memberikan sejumlah uang kepada seorang warga yang dikenal vokal di wilayah Pesisir Labuhanbatu.
Tujuannya, lanjut sumber, untuk ‘meredam’ pemberitaan di media sosial soal video dirinya.
“Informasi A1 (valid) bang. Setelah Ramai diberitakan media dan viral videonya di medsoa, terus polisi juga menggerebek markasnya, si Kojek minta tolong ke si AH supaya jangan lagi ada berita dan viral videonya di medsos,” ungkapnya kepada sejumlah media melalui saluran telepon, Jumat (26/9/2025).
Sumber juga menyebut, bandar sabu yang sudah lama beraksi di wilayah pesisir Kabupaten Labuhanbatu itu memang tak tersentuh aparat kepolisian.
Bahkan, dia dan warga menduga kuat ada banyak pihak yang sudah ‘diamankan’ Kojek, agar aktivitas ilegalnya tidak terganggu di wilayah Pesisir Labuhanbatu.
“Siapa yang tak tahu dia (Kojek) bandar sabu di Panai ini ? Bohong kalau selama ini polisi juga tak tahu. Kapolsek juga sudah pasti tahu dari berita-berita yang ada dari dulu. Yang iya nya sudah diamankan mungkin semuanya yang bisa meributi dia,” cetusnya.
Terpisah, sebelumnya Kapolsek Panai Hilir, AKP Basyaruddin Siregar, yang di konfirmasi melalui pesan whatsapp soal beredarnya video tersebut, menjawab akan melakukan lidik atas informasi yang disampaikan media.
“Terimakasih Bapak atas informasinya. Akan kami lidik Pak,” jawab Kapolsek, pada Minggu (21/9/2025).
Basyaruddin juga meminta untuk diberi identitas warga yang memberikan informasi kepada media.
“Jika berkenan siapa sumber yang bisa kami hubungi pak,” tulisnya nelalui pesan singkat, dan menjamin merahasiakan identitas informan.
Namun, permintaan ini belum dipenuhi media sebagai etik melindungi narasumber yang memberi informasi.
Selain itu, sumber informasi juga khawatir atas keselamatan dirinya.
“Izin bang, identitas saya mohon dirahasiakan ke siapapun. Ini menyangkut keselamatan saya dan keluarga,” ujar informan saat disampaikan permintaan Kapolsek setempat.
Sementara itu, viralnya berita dan beredarnya dua video bandar narkoba berinisial R alias Kojek, warga kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, akhirnya membuat pihak kepolisian mengambil tindakan.
Sejumlah personil kepolisian dilaporkan mendatangi sebuah rumah yang diduga menjadi markas S alias Kojek.
Namun, saat pihak kepolisian tiba, Kojek tidak berada di rumah tersebut.Pihak kepolisian hanya mendapati sejumlah barang bukti, diantaranya plastik bening yang diduga bekas tempat sabu-sabu, serta alat hisap sabu (bong).
S alias Kojek menurut pengakuan banyak warga yang di wawancarai, merupakan bandar narkoba yang sudah cukup lama beroperasi di wilayah Panai Hulu.
Bahkan, wilayah peredaran narkoba dari Kojek mencakup kecamatan Bilah Hilir, Panai Tengah, Panai Hilir.
“Sampai Panipahan (Rokan Hilir) juga ada kaki nya bang,” ujar warga yang kesal melihat bebasnya aktivitas ilegal Kojek.
Masih menurut warga, Kojek bahkan bisa menghabiskan lebih 1 ons sabu tidak lebih dari tiga hari.
“Bayangkan lah bang kencangnya jualan sabu dia disini. Kalau 1 ons itu paling lama tiga hari. Hancur Panai ini dibuatnya,” pungkas sumber.
Untuk itu, warga juga mengultimatum pihak kepolisian, jika tak mampu menangkap Kojek secepatnya, mereka akan berunjukrasa ke Polsek setempat dan meminta Kapolres Labuhanbatu untuk mencopot Kapolsek Panai Hilir.***


















