SUMUTKINI.ID-Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan mendapat sorotan dari anggota Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Medan, Faisal Arbie. Bahkan secara terbuka, politisi Partai NasDem itu mengakatakan kinerja Bapenda belum maksimal dan jauh dari kata rasional.
Faisal mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan, Pansus PAD menemukan fakta yang mencolok. Yakni, jumlah kendaraan yang membludak di sejumlah lokasi usaha tidak sebanding dengan setoran pajak parkir yang masuk ke kas daerah.
“Ini tidak masuk akal. Kendaraan padat, tapi pajak yang disetor sangat minim. Ada apa sebenarnya?” tegas Faisal.
Salah satu temuan mencolok terjadi di area parkir restoran Mie Gacoan di Jalan SM Raja. Lokasi yang hampir tak pernah sepi itu justru tercatat menyetor pajak parkir dalam angka yang dinilai jauh dari logika.
Tak berhenti di situ, kejanggalan serupa juga ditemukan di restoran Dara Kupi. Dalam pengakuannya, pihak usaha hanya menyetor sekitar Rp500 ribu per bulan. Angka ini jelas jomplang dengan kondisi lapangan yang selalu dipadati kendaraan.
“Kalau kondisi parkir selalu penuh, lalu pajaknya hanya segitu, ini bukan lagi soal kurang optimal, ini patut dicurigai,” kata Faisal.
Lebih jauh, Pansus juga mencium indikasi praktik tak wajar dalam pelaporan pajak hiburan dan hotel. Ditemukan dugaan penggunaan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) yang tidak sesuai. Bahkan ada indikasi ‘menumpang’ pada sektor lain.
Situasi ini memperkuat dugaan adanya celah sistematis yang membuka ruang manipulasi dan kebocoran PAD.
Faisal pun mendesak Bapenda Kota Medan untuk berhenti bekerja setengah hati. Ia menegaskan bahwa potensi PAD dari sektor parkir sangat besar dan tidak boleh terus dibiarkan bocor tanpa pengawasan ketat.
“Jangan sampai PAD hanya jadi angka di atas kertas, sementara di lapangan bocor ke mana-mana. Ini uang rakyat,” tutupnya.

















